AI Coach mengevaluasi trade yang sudah ada di jurnal TMM-mu dan membantumu menelaah performa, risiko, timing, setup, serta pola yang berulang. Jawabannya bisa memakai data trade yang didukung, metrik yang dihitung, catatan, tag, dan konteks coaching dari akunmu.
Coach dirancang untuk evaluasi setelah trade selesai, bukan untuk memprediksi pasar.
Tidak. AI Coach tidak memprediksi harga, tidak membuat sinyal beli atau jual, tidak memilihkan aset, dan tidak menjanjikan hasil di masa depan. Coach mengevaluasi data trading historis untuk analisis performa dan pembelajaran.
Jawabannya tergantung data yang tersedia di jurnalmu dan tidak menggantikan penilaianmu sendiri maupun saran keuangan profesional.
Coach bisa memakai data trade hasil impor, metrik yang dihitung, catatan, tag, dan konteks coaching tersimpan yang ada di akun TMM-mu. Jawaban persisnya tergantung field mana yang terisi dan seberapa banyak riwayat relevan yang tersedia.
Coach seharusnya memisahkan informasi hasil perhitungan dari interpretasi, dan tidak mengarang konteks yang tidak ada.
Tidak. AI Coach tidak punya kemampuan mengeksekusi trade maupun menarik dana. TMM menghubungkan akun lewat kunci API hanya baca dan tidak pernah memakainya untuk memasang order atau menarik dana.
Coach bisa membuat dan mengubah dashboard serta widget di dalam akun TMM-mu, tapi coach tidak punya akses ke akun bursamu.
Kamu sudah bisa bertanya begitu ada trade di jurnal. Perbandingannya jadi lebih berguna kalau periode yang dipilih memuat cukup banyak trade yang relevan.
Coach seharusnya menyatakan secara terbuka kalau sampel yang tersedia terlalu kecil untuk menyimpulkan sebuah pola.
Chatbot biasa hanya tahu informasi trading yang kamu berikan di percakapan itu. Coach TMM bisa bekerja dengan riwayat terstruktur dan metrik yang didukung, yang sudah tersimpan di jurnalmu.
Kalau kamu lebih suka Claude atau ChatGPT, MCP server TMM bisa memberi klien AI yang didukung akses hanya baca ke data trading TMM milikmu.