Inti Gagasannya

Sebuah posisi dilikuidasi ketika akumulasi kerugian menggerogoti margin Anda hingga ke syarat maintenance margin. Jadi pertanyaannya selalu sama: seberapa jauh harga bisa bergerak melawan Anda sebelum ekuitas menyentuh batas itu?

Untuk long isolated, rumus kasarnya adalah harga masuk × (1 − tingkat initial margin + tingkat maintenance margin). Tingkat initial margin adalah 1 dibagi leverage Anda: pada 10× itu 0,10, atau 10%.

Untuk short, Anda membalik tandanya, karena kerugian datang dari naiknya harga: harga masuk × (1 + tingkat initial margin − tingkat maintenance margin). Tingkat maintenance margin kecil — biasanya 0,4% sampai 1% pada koin besar — dan menggeser harga likuidasi sedikit lebih dekat ke harga masuk dibanding yang disiratkan leverage saja.

Contoh: Long Isolated pada BTC

Anda long BTC di $65.000 dengan leverage 10× pada margin isolated, sebanyak 0,1 BTC — nosional $6.500, margin $650. Tingkat initial margin 10%, tingkat maintenance margin 0,5%.

Harga likuidasi ≈ 65.000 × (1 − 0,10 + 0,005) = 65.000 × 0,905 = $58.825. Penurunan sekitar 9,5%, masih wajar dalam satu pekan, menutup paksa posisi itu.

Turunkan leverage ke 5× dan tingkat initial margin menjadi 20%: likuidasi bergeser ke sekitar 65.000 × 0,805 = $52.325, bantalan 19,5%. Leverage adalah tombol yang mengatur jarak Anda ke likuidasi.

Short bekerja sama persis dengan tanda dibalik. Short ETH di $3.000 dengan leverage 8× (tingkat initial margin 12,5%): 3.000 × (1 + 0,125 − 0,005) = $3.360, jadi ETH cukup naik sekitar 12% untuk menutup paksanya.

Cross vs Isolated: Mengapa Harganya Bergeser

Pada margin isolated, hanya margin yang Anda tetapkan ke posisi itu yang menopangnya. Harga likuidasi terkunci oleh saldo isolated tersebut, dan jika posisi mati, kerugian terbatas di situ.

Pada margin cross, seluruh dompet futures Anda menopang posisi, sehingga harga likuidasi terdorong jauh lebih jauh — seluruh saldo tersedia untuk menyerap kerugian. Bantalan ekstra itu sekaligus jebakan: satu posisi cross yang buruk bisa menguras dana yang diperuntukkan bagi semua posisi lain, dan saat likuidasi akhirnya tiba, ukurannya bisa jauh lebih besar. Cross melebarkan bantalan dengan mempertaruhkan seluruh saldo Anda.

Funding juga berpengaruh. Pada perpetual, setiap pembayaran funding yang didebit dari margin lama-lama menggeser harga likuidasi isolated lebih dekat ke harga masuk. Posisi yang tampak aman di hari pertama bisa duduk jauh lebih dekat ke level likuidasinya sepekan kemudian, murni karena rembesan funding.

Kesalahan Umum

  • Menghitung likuidasi hanya dari leverage dan melupakan tingkat maintenance margin serta biaya, yang berdiri di antara Anda dan angka teori.
  • Menganggap harga likuidasi cross "aman" karena jauh, mengabaikan bahwa seluruh dompet dipertaruhkan.
  • Tidak menghitung ulang setelah menambah margin atau setelah berhari-hari pembayaran funding.
  • Memakai tabel tier bursa lain — tingkat maintenance naik seiring membesarnya ukuran posisi, mendekatkan likuidasi pada posisi besar.

Bagaimana Ini Tampak di Jurnal Trading Anda

Harga likuidasi yang Anda kira-kira saat masuk dan yang benar-benar mengenai Anda sering berbeda begitu biaya dan funding ikut dihitung.

Tradermake.money mencatat harga masuk, leverage, dan mode margin asli untuk setiap posisi yang diimpor, lalu menampilkan PnL bersih setelah funding — sehingga jurang antara risiko yang Anda rencanakan dan risiko sebenarnya berhenti bersembunyi. Saat sebuah posisi memang ditutup paksa, Anda bisa melihat persis seberapa dekat harga likuidasi Anda sudah merayap sebelum terpicu.